EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL

  • Siti Mariam Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Anisa Salsabilila Y Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Noneng Kurniasih Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
Keywords: Antihipertensi, Kejadian Interaksi Obat, Rawat Jalan

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif observasional, pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis sebanyak 290 pasien terdiri dari perempuan 192 (66,21%) pasien dan laki-laki 98 (33,79%) pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien paling banyak usia 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40,34%), Penyakit penyerta terbanyak Dispepsia 92 pasien (31,72%%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat sebanyak 272 pasien (93,79%).  Obat antihipertensi yang  paling banyak digunakan, yaitu amlodipin tunggal sebanyak 262 pasien (90,34%), obat penyakit penyerta paling banyak paracetamol 171 pasien (58,97%). Interaksi obat  terjadi pada 49 (29,70%) pasien dari 165 pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat dari obat antihipertensi dengan obat-obat penyakit penyerta. Obat yang berinteraksi adalah amlodipine dengan  obat NSAIDs. Interaksi amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%) dari interaksi yang berpotensi berdasarkan literatur. Kejadian interaksi ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik rata-rata 9,84 mm Hg dan tekanan darah diastolik rata-rata 5,92 mm Hg pada pasien.

 

References

[1] Triyanto, E. (2014). Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[2] [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI.
[3] Baxter, K. (Ed.). (2008). Stockley’s Drug Interactions (8th edition). London: Pharmaceutical Press.
[4] Rosendorff, C., Black, H. R., Cannon, C. P., Gersh, B. J., Gore, J., Izzo Jr, J. L. et al. (2007). Treatment of hypertension in the prevention and management of ischemic heart disease: A scientific statement from the American Heart Association council for high blood pressure research and the councils on clinical cardiology and epidemiology and prevention. Circulation, 115(21), 2761– 2788.
[5] Osterhoudt, K. C. & Penning, J. C. (2011). Drug Toxicity and Poisoning. Goodman & Gilman's the Pharmacological Basis of Therapeutic.
[6] Subramanian, A., Adhimoolam, M., & Kannan, S. (2018). Study of drug–drug interactio among thehy pertensive patiens in a tertiary care teaching hospital . Perspectives in clinical researche , https://doi.org/10.4103/picr.PICR_145_1
[7] Indriani, L. & Oktaviani, E. (2020). Kajian Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap di Salah Satu Rumah Sakit di Bogor, Indonesia. Majalah Farmasetika, 212–219. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v 4i0.25884
[8] Riyadina, W. (2019). Hipertensi pada Wanita Menopause. Jakarta: LIPI Press
[9] Kosasih & Hassan, I. (2013). Patofisiologi Klinik. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.
[10] DiPiro J., Talbert R., Yee G., Matzke G., Wells B., & Posey L. (2008). Pharmacotherapy a Pathophysiologic Approach (7th edition). New York: McGraw-Hill Companies.
[11] Junaidi, I. (2012). Pedoman Praktis Obat Indonesia (O.I.). Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
[12] Bell, K., Twiggs, J., & Olin, B. R. (2015). Hypertension: The Silent Killer: Updated JNC-8 Guideline Recommendations.
Albama Pharmacy Association, 1–8.
[13] Cappuccio, F. P., Markandu, N. D., Singer, D. R., Crane, M., Carney, C., & MacGregor, G. A. (1993). Double-blind comparison between nifedipine and amlodipine for the treatment of essential hypertension. Journal of human hypertension, 7(4), 365–368.
[14] Tiwaskar, M., Langote, A., Kashyap, R., & Toppo, A. (2018). Amlodipine in the Era of New Generation Calcium Channel Blockers. The Journal of the Association of Physicians of India, 66(3), 64–69.
[15] Bulsara, K. G. & Cassagnol, M. (2021). Amlodipine. Treasue ISland StatPearls Publishing LLC
[16] Setyorini, A., & Setyaningrum, N. (2020). Illness Representation pada Pasien dengan Hipertensi. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 13(1), 33-42.
[17] Novitasari, D. & Wirakhmi, I. N. (2018). Penurunan Nyeri Kepala Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Relaksasi Autogenik Di Kelurahan Mersi Purwokerto. Jurnal Media Ilmu Kesehatan
[18] Katzung, B. G. (2011). Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba Medika.
[19] Tatro, D. S. (2009). Drug Interaction Facts. St. Louis, Missouri: Wolters Kluwer Health.


[20] Ishiguro, C., Fujita. T., Omori, T., Fujii, Y., Mayama, T., & Sato, T. (2008).
Assessing the effects of non-steroidal anti-inflammatory drugs on antihypertensive drug therapy using post- marketing surveillance database. J Epidemiol, 18(3).

[21] Baxter, K. & Preston, C. L. (Ed.). (2010). Stokcley’s Drug (8th editon). London: Pharmaceutical Press.
[22] Kulkarni, V., Bora, S. S., Sirisha, S., & Saji, M. (2013). A study on drug – drug interactions through prescription analysis in a South Indian teaching hospital. Therapeutic Advances in Drug Safety, 4(4), 141–146.
[23] Hiatt, J., Brunson, J., Reed, A. (2016). Is Chronic NSAID Use Safe in Patients Who Have Baseline CVD?. Evidence- Based Practice, 19(12)
[24] Syarif, A., Gayatri A., Estuningtyas, A., Setiawati, A., et al. (2012). Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Badan Penerbit FK UI.
[25] Bacic-Vrca, V., Marusic, S., Erdeljic, V., Falamic, S., Gojo-Tomic, N., & Rahelic,
D. (2010). The incidence of potential drug-drug interactions in elderly patients with arterial hypertension. Pharmacy world & science: PWS, 32(6), 815–821.
[26] Fradgley, S. (2003). Interaksi obat, dalam Farmasi Klinis (Clinical Pharmacy) Menuju
[27] Pengobatan Rasional dan Penghargaan Pilihan Pasien. Jakarta: PT Elex Media Komputino.
Published
2022-12-01
How to Cite
Mariam, S., Salsabilila Y, A., & Kurniasih, N. (2022). EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL. Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal), 7(2), 157-164. https://doi.org/10.47219/ath.v7i2.189