PENGARUH PENYULUHAN TERHADAPPENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT MENGENAI ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN SRENGSENG SAWAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN

  • Silvi Nurafni
  • Syamsudin
  • Sesilia A. Keban
Keywords: Pengetahuan,, Perilaku,, Antibiotika,, Resistensi

Abstract

Penyuluhan tentang antibiotika merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan tentang antibiotika dengan tujuan mengubah perilaku dalam penggunaan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuandan perilaku masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan, dan merupakan penelitian Quasi-Experimental Nonrandomized Control Group Pretest Postest Design. Pengambilan sampel secara acak dengan teknik Cluster sampling pada Kader PKK di Kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan. Pada kelompok perlakuan berjumlah 106 orang diberikan penyuluhan tentang antibiotika, sedangkan pada kelompok kontrol berjumlah 111 orang tidak diberikan penyuluhan. Gambaranpengetahuandan perilakudianalisismenggunakan ujidistribusiFrekuensi, perbedaanantarakelompokperlakuan dan kontroldigunakan uji Independent Sample T-test, perbedaan sebelum dan setelah penyuluhan digunakan uji paired T-test, pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, dan perilaku digunakan uji Regresi Linear. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan, perilaku responden sebelum dilakukan penyuluhan antara kelompok perlakuan dan kontrol tidak berbeda bermakna. Namun, setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan persentase responden yang menjawab dengan tepat pada kelompok perlakuan. Setelah penyuluhan terjadi perbedaan bermakna pada pengetahuan dan perilaku antara kelompok perlakuan dan kontrol (P<0,001). Peningkatan nilai pengetahuan sebesar 47,2% pada kelompok perlakuan dan 1,4% pada kontrol, perilaku sebesar 29,5% pada kelompok perlakuan dan 0,7% pada kontrol. Hasil analisis regresi linier menunjukkan pengetahuan dan usia mempunyai pengaruh yang erat dengan perubahan perilaku (p<0,05). Sehingga disimpulkan semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka perilaku semakin baik. Namun, semakin tua usia responden perilaku semakin buruk.

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotika. Jakarta : Direktorat Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; 2011, h 1-9.
[2] World Health Organization. Antimicrobial Resistance: Global Report and Surveillance [Internet]. 2014 [diakses 12 Oktober 2014]. Diakses dari: (http://www.who.int/iris/bitstream/10665/112642/1/9789241564748_eng.pdf
[3] Al-Azzam SI, Al-Husein BA, Al-zoubi F, Masadeh MM, Al-Horani MAS. Self-Medication with Antibiotics in Jordanian Population. IJOHMEH. 12 Juni 2007; 20(4): 373-80.
[4] Joseph O, Fadare, Igbiks T. Antibiotic Self-Medication Among University Medical Undergraduates in Northern Nigaeria. J Pub Health Epidemiol. 20 April 2011; 3(5): 217-20.
[5] Aqell T, A shabbier, H Basharat, M Bukhori, S Mobin, H Shahid, SA Waqar. Prevalence of Self-Medication Among Urban and Rural Population of Islamabad, Pakistan. Trop J Pharm Res. April 2014; 13(4): 627-33.
[6] Mainous AG, Vanessa AD, Mark C. A Community Intervention to Decrease Antibiotics Used For Self-Medication Among Latino Adult. Ann Fam Med. Nov/Dec 2009; 7(6): 520-6
[7] Grigoryan L, Johannes GMB, John ED, Reginal D, Dominique LM, Andonella DM, Elizabeth AS, Ana CB, Cecilia SL, Joan B. Is Self-Medication with Antibiotic in Europa Driven by Prescribed Use?. J Antimicrob Chemother. 2007; 59(1): 152-6.
[8] Raz P, Hana E, Larissa G, Flora M, Hanijer R. Self-Medication with Antibiotics by A Population in Northern Israel. IMAJ. Nov 2005; 7: 722-5.
[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar [Internet]. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2013.[diakses 12 Oktober 2014]. Diakses dari: (http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/laporan_Riskedas2013.PDF
[10] AMRIN study group. Antimicrobial Resistance, Antibiotic Usage and Infection Control. A self-Assessment Program for Indonesian Hospitals. Jakarta: Directorate General of Medical Care, Ministry of Health, Republic of Indonesia; 2005.
[11] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Undang-undang Obat Keras St. No. 419. Jakarta : Direktorat jendral Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, 1949
[12] Huang Y, Jiarui Gu, Mingyu Z, Zheng R, Weidong Y, Yang C, Yingmei Fu, Xiaobei C, Jochen WL C, Fengmin Z. Knowledge, Attitude and Practice of antibiotics: A Questionnaire Study Among 2500 Chinese Students. BioMed Central. 2013; 13(163): 1-9
[13] Widayati A, Suryati S, Crespigny C, Hiller J. Knowledge and belief about antibiotics among people in Yogyakarta City Indonesia: a cross sectional population-based survey. Aric J. 2012; 38(1):1-7.
[14] Yamashita Sharon. Antibiotic Resistance. Rogers Media. 1999; 22: 25-31.
[15] Hayashi. Infection Caused by Drug Resistance Organism and Their Treatment. Asian Medical journal. 1998; 41 (4): 184-91
[16] Widayati A, Suryati S, Crespigny C, Hiller J. Self medication with antibiotic in Yogyakarta City Indonesia: a cross sectional population-based survey. BMC Research. 2011; 491(4):1-8.
[17] Muljabar S, Supadmi W. Pengaruh pemberian informasi obat terhadap tingkat kepatuhan penggunaan antibiotika pada pasien ISPA di Puskesmas KotaGede I Yogyakarta. Pharmaciana. 2014; 4(2):143-9.
[18] Wowiling C, Lily RG, Gayatri C. Pengaruh Penyuluhan Penggunaan Antibiotika Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Kota Manado. Pharm J Ilmiah Farm. Agustus 2013; 2(3): 24-8.
[19] Rossetyowati DA. Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Dengan Metode Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) Di Kabupaten Jember. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada; 2012.
[20] Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007. h 158-79.
[21] Pickett G, Hanlon JJ. Kesehatan Masyarakat Administrasi dan Praktik .9th ed. Trans. Mukti AG. Jakarta: EGC; 1995.p. 318-20.
[22] Makhfudli, Effendi F. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2009.p. 101-4
Published
2019-12-02
How to Cite
Nurafni, S., Syamsudin, & Keban, S. A. (2019). PENGARUH PENYULUHAN TERHADAPPENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT MENGENAI ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN SRENGSENG SAWAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN. Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal), 4(2), 70-85. https://doi.org/10.47219/ath.v4i2.83