PENGARUH FRAKSINASI BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS L.) YANG HIPERKOLESTEROLEMIA

  • Lilik Sulastri Sekolah Tinggi Teknologi Industri Farmasi
  • Putri Syafalia Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi
  • Achmad Fauzi Isa Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi
Keywords: hiperkolesterolemia, Phaseolus vulgaris L., fraksinasi, pakan aterogenik

Abstract

Hiperlipidemia merupakan suatu keadaan meningkatnya kadar lipid darah yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida dalam darah yang melebihi batas normal. Sampai saat ini telah banyak obat yang digunakan untuk penanganan hiperlipidemia baik obat sintetik dan obat herbal. Salah satu obat herbal yang telah digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah buncis (Phaseolus vulgaris L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa ekstrak (n-heksan, etilasetat dan air) buah buncis terhadap penurunan kadar kolesterol tikus jantan galur Sprague Dawley yang telah diinduksi kuning telur puyuh, PTU 0,02% dan asupan pakan aterogenik selama 14 hari. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan secara enzimatis dengan alat kolesterolmeter Easy Touch®. Hasil fraksinasi ekstrak etanol buncis dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air diujikan selama 7 hari dengan dosis 50 mg/kg BB diperoleh fraksi air sebagai fraksi yang paling aktif menurunkan kadar kolesterol darah. Pada uji lanjutan fraksi air dilakukan terhadap 5 kelompok perlakuan (5x5 ekor), yaitu kelompok 1 (Na CMC 0,5%) sebagai kontrol negatif, kelompok 2 (simvastatin 0,18 mg/200 g BB) sebagai kontrol positif dan variasi dosis fraksi air 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB serta 150 mg/kg BB (kelompok 3, 4, dan 5). Selama 21 hari perlakuan tikus tetap diberikan pakan aterogenik dan pengukuran kadar kolesterol dilakukan pada hari ke 0, 14, 21, 28, dan 35. Hasil uji lanjutan menunjukkan bahwa fraksi air ekstrak buncis pada dosis 50 dan 100 mg/kg BB tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan simvastatin, sedangkan pada dosis 150 mg/kg BB menunjukkan perbedaan yang nyata dangan simvastatin dalam menurunkan kadar kolesterol.

References

1. Visavadiya NP. Hypolipidemic and antioxidant activities of Asparagus Asparagus racemosus in hyper cholesteremic rats hypercholesteremic rats. 2005;37(6).
2. Alam S, Siddiq A, Mohtashhemul Hasan M. Hypolipidemic Effect of Phaseolus Vulgaris L . At Various Doses and Its Impact on Cardiovascluar. World J Pharm Pharm Sci. 2016;5(11):163–74.
3. Irma Rosita, Retnosari Andrajati Z. Efek Samping Nyeri Otot dari Simvastatin dan Atorvastatin pada Pasien Jantung RSUD Tarakan. Skripsi Univ Indones. 2014;2–5.
4. Nugrahani R, Andayani Y, Pascasarjana P, Mataram U, Words K. Jurnal penelitian pendidikan ipa. 2016;
5. Zang L-Y, Cosma G, Gardner H, Shi X, Castranova V, Vallyathan V. Effect of antioxidant protection by p -coumaric acid on low-density lipoprotein cholesterol oxidation . Am J Physiol Physiol. 2017;279(4):C954–60.
6. Saleem ZM, Ahmed S, Hasan MM. Phaseolus vulgaris Linn: Botany, medicinal uses, phytochemistry and pharmacology. World J Pharm Res [Internet]. 2016;5(11):1611–6. Available from: www.wjpr.net
7. Yang QQ, Gan RY, Ge YY, Zhang D, Corke H. Polyphenols in Common Beans (Phaseolus vulgaris L.): Chemistry, Analysis, and Factors Affecting Composition. Compr Rev Food Sci Food Saf. 2018;17(6):1518–39.
8. Ganesan K, Xu B. Polyphenol-rich dry common beans (Phaseolus vulgaris L.) and their health benefits. Int J Mol Sci. 2017;18(11).
9. Wahjuni, Sri., Rustini, N. L., & Yuliantari P. PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) UNTUK MENURUNKAN KOLESTEROL TOTAL, Low Density Lipoprotein (LDL) DAN MENINGKATKAN High Density Lipoprotein (HDL) PADA TIKUS WISTAR DIET TINGGI LEMAK. 2016;10(Ldl):103–9.
10. Jannah H, Sudarma IM. ANALISIS SENYAWA FITOSTEROL DALAM EKSTRAK BUAH BUNCIS ( Phaseolus vulgaris L .). 2013;6(2):70–5.
11. Gani N, Momuat LI, Pitoi MM. Profil Lipida Plasma Hiperkolesterolemia pada ( Abelmoschus manihot L .) Tikus Wistar Pemberian Gedi yang Merah. 2013;2(1):44–9.
12. Bachmida D. Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Etanol Daun Patikan Emas (Euphorbia prunifolia Jacq.) pada Tikus Wistar yang Hiperkolesterolemia. J Mipa Unsrat [Internet]. 2015;4(1):29. Available from: http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmuo
13. Díaz-Batalla L, Widholm JM, Fahey GC, Castaño-Tostado E, Paredes-López O. Chemical components with health implications in wild and cultivated Mexican common bean seeds (Phaseolus vulgaris L.). J Agric Food Chem. 2006;54(6):2045–52.
14. Sutjiatmo AB, Sukandar EY, Sinaga R, Hernawati R, Vikasari SN. EFEK ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN CERME (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) PADA TIKUS WISTAR BETINA. Kartika J Ilm Farm. 2013;1(1):1–7.
15. Suthar AC, Banavalikar MM, Biyani MK. Pharmacological activities of Genistein, an isoflavone from soy (Glycine max): Part II - Anti-cholesterol activity, effects on osteoporosis & menopausal symptoms. Indian J Exp Biol. 2001;39(6):520–5.
Published
2020-06-12
How to Cite
Sulastri, L., Syafalia, P., & Fauzi Isa, A. (2020). PENGARUH FRAKSINASI BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS L.) YANG HIPERKOLESTEROLEMIA. Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal), 5(1), 14-20. https://doi.org/10.47219/ath.v5i1.90