FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON EKSTRAK KAYU SECANG (CAESALPIINIA SAPPAN L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM BENTUK POWDER
DOI:
https://doi.org/10.47219/ath.v6i1.117Keywords:
Blush On pigmen, Evaluasi sediaan, Ekstrak Kayu secangAbstract
Blush on adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tatarias wajah dengan warna yang bervariasi mulai dari warna merah jambu hingga merah tua. Salah satu contoh yang dapat dijadikan pewarna alami adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L)karena mengandung pigmen brazilein yang berfungsi sebagai pigmen warna. Tujuan penelitian ini membuat sediaan blush on dengan metode freeze drying dan konsentrasi warna alami. Pada penelitian inidibuat 3 formula sediaan blush on dengan variasi konsentrasi 3%, 5%, dan 7% ekstrak kering kayu secang. Dilakukan evaluasi sediaanblush on yang meliputi pengujian stabilitas fisika-kimia, organoleptis, homogenitas, daya oles, dan hedonik.Hasil pengujian stabilitas fisika-kimia menunjukkanblush on stabil dalam masa penyimpanan 7 hari. Hasil pengujian organoleptis, homogenitas, daya oles, menujukkan seluruh formula baik. Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa serbuk blush on dengan ekstrak kayu secang konsentrasi 5% paling digemari.
References
[2] Farima, Devi. 2009. Karakteristik dan Ekstraksi Simplisia Tumbuhan Bunga Mawar (Rosa hybrida L) Serta Formulasinya dalam Sediaan Pewarna Bibir. [Skripsi]. Medan : Universitas Sumatra Utara.
[3] Wasitaatmadja, S.M. 1997. Penuntun ilmu kosmetik medik. Jakarta: UI-press.
[4] [DITJEN POM] Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 1985. Formularium Kosmetik Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
[5] Indriani, H. 2003. Stabilitas Pigmen Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan L)dalam Model Minuman Ringan [Skripsi]. Insitut Pertanian. Bogor.
[6] Puspaningrum, R. 2003. Pengaruh Bubuk Pewarna Makanan Alami Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) Dengan Metode Spray Drying. [Skripsi]. Bogor : IPB
[7] [AOAC] Association of Analytical Chemist. 2005. Official Methods of Analysis. Washington DC :AOAC Publisher.
[8] BPOM. 2011. Caesalpinia sappan Lim. Jakarta: Direktorat Obat Asli Indonesia. Hlm 85.
[9] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan RI
[10] Keithler. 1956. Formulation of Cosmetic and Cosmetic Specialities. New York : Drug and Cosmetic Industry
[11] Syamsuni H.A., 2006. Ilmu Resep. Jakarta : EGC
[12] Martin, A., Cammarta, dan Swarbrick. 1993. Farmasi Fisik. Edisi III Jilid 2. Jakarta: Universitas Indonesia









