EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA

  • Ferry Effendi Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Teny Riyanti Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Zahra Kesturi R RSIA Sammarie Basra Jakarta
Keywords: Diare, gambaran penggunaan obat, pediatrik

Abstract

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross-sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%). Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%. 

References

[1]. IDAI, 2011. Pedoman Pelayanan Medik Ikatan Dokter Anak Indonesia. Edisi II Jilid 2, 53.
[2]. IDAI, 2009. Diare Pada Anak. www.idai.or.id diaskes tanggal 2019
[3]. Agtini, D. M. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Buletin Jendela Data dan InformasiKesehatan, Vol. 02, Triwulan II, No. 08, 2011, Bakti Husada. KementrianKesehatan RI: Jakarta.
[4]. Agustian. L., Sembiring, T., Ariani. 2009. Peran Zinkum Terhadap Pertumbuhan Anak. Diambil dari : http://sariperdiatri.idai.or.id/pdfile/11-4-4.pdf.Diakses, 21 Januari 2018.
[5]. Anonim. 2014. ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia volume 50. Jakarta: Penerbit PT.ISFI. Hal. 426.
[6]. Budiarto, E. Anggraeni, D. 2002. Pengantar Epidemiologi. Edisi II: Jakarta: EGC. Hal. 123 .
[7]. Depkes RI. 2010. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Jakarta : Ditjen PPm dan PL
[8]. Depkes RI. 2011. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare). Departemen Kesehatan RI. Hal. 13.
[9]. Depkes RI. 2014. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal. 25.
[16]. Dinkes. 2014. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014. Dinas Kesehatantan Provinsi Sumatera Utara. Hal. 25.
[17]. Indriani, R., dan Asri, E. K. 2007. Formulasi oralit baru dan suplementasi zink dalam penanganan diare pada pasien anak. Hal. 4-5.
[18]. Jas, A. 2007. Perihal Resep dan Dosis Serta Latihan Menulis Resep. Ed. 1. Medan : Universitas Sumatra Utara Press.
[19]. Juffrie, M., Soenarto, S. S. Y., Oswari, H., Arief, S., Rosalinal., Mulyani, N. S. 2015. Buku Ajar Gastroenterologi Anak Indo-Hepatologi. Jakarta Bada Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jilid 1.
[20]. Kemenkes RI. 2011. Panduan Sosialisasi Tataklasana Diare Balita, Jakarta: Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
[21]. Ladinsky, M., Duggan, A., Santosham, M,. Wilson, M. 2000. The World Health Organizazion oal rehydration solution in USA pediatric pactice: A randomized trial to evaluate parent satisfaction. Arch Pediatr Adolesc Med, 154(7). Hal. 154.7.700.
[22]. Neal, M. J. 2005. Medical Pharmacology at a Glance, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
[23]. Nelson, Waldo, E., Behrmen, Kliegman, Richard, E., Robert, M., dan Arvin. 2000. Ilmu Kesehatan Anak. Nelson edisi 15 vol 2. Jakarta : EGC.
[10]. Nur, R. 2015. Profil Penggunaan Obat Anti Diare Pada Pasien Anak Rawat Jalan di Rumah Sakit Haji Medan Periode Januari – Juni 2012. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sumatra Utara. Hal. 25-27.
[11]. Priyanto. 2009. Farmakoterapi dan Terminologi Medis. Jakarta: Leskonfi. Soebagyo, B. 2008. Diare Akut Pada Anak , Fakultas Kedokteran UNS : Surakarta.
[12]. Simadibrata, M.K. 2006. Pendekatan Diagnostik Diare Kronik. Di dalam : Sudoyo Aru w et al. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi IV. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.
[13]. Simatupang, M. 2004. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan DenganKejadian Diare Pada Balita Di Kota Sibolga Tahun 2003.Tesis. Universitas Sumatera Utara.
[14]. Sudoyo, A.W, Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., dan Setiati, S. 2010. Buku Ajaran Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I edisi V. Jakarta: Interna Publishing. Hal. 548.
[15]. Suharyono. 2008. Diare Akut. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 1-15. Sukandar, E.Y., Andrajati, R.A., Sigit., Adnyana, K., Setiadi, A. Al., Kusnandar. 2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta:PT. ISFI Penerbitan. Hal. 32.
[24]. Syahraeni. 2011. Makalah Kombinasi Obat. Diambil dari: https://id.scribd.com/doc/232847535/Attapulgite-Dan-Pectin.Diakses 3 Februari 2018.
[25]. Widoyono. 2011. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal. 195-200.
[26]. Tan, H. T., Rahardja, K., 2002. Obatobat Penting.Edisis V. Jakarta:PT Elex Media KomputindoKelompok Gramedia.
[27]. Tjay, T.H., Rahardja, K. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia. Edisi keenam. Hal. 289.
[28]. Triasmara, W. 2013. 12 Cara Agar Balita Tidak Mudah Sakit.http://kesehatan.kompasiana.com/ibu - dan - anak/2013/09/04/12 - cara -agar - balita - tidak - mudah - sakit - 589590. html. Diakses 7 Januari 2018.
[29]. WHO. 2005. The Treatment of Diarrhoea: A Manual for Phycisians and Other Seniors Health Workers. Switherland:WHO. Hal. 4-15.
[30]. WHO. 2007. Promoting Safety Of Medicine For Children. Geneya: WHO Press.Hal.12-1
Published
2022-06-12
How to Cite
Effendi, F., Riyanti, T., & Kesturi R, Z. (2022). EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA . Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal), 7(1), 13-16. https://doi.org/10.47219/ath.v7i1.133