UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF TETRASIKLIN DALAM SIMULASI SAMPEL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
DOI:
https://doi.org/10.47219/ath.v8i1.190Keywords:
Buffer McIlvaine, ekstraksi, spektrofotometri, tetrasiklin, uji warnaAbstract
Analisis kualitatif dengan pereaksi warna merupakan metode pendahuluan yang dapat dilakukan untuk menentukan keberadaan suatu zat. Perbedaan sensitivitas pada tiap pereaksi terhadap suatu zat dapat berbeda-beda. Uji kuantitatif tetrasiklin pada sampel menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis memerlukan metode ekstraksi yang paling optimal sehingga memberikan hasil yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari batas deteksi suatu pereaksi warna terhadap tetrasiklin, dan analisis kuantitatif yang diawali dengan optimasi metode ekstraksi tetrasiklin dari sampel. Selain itu juga dilakukan validasi metode analisis tetrasiklin dengan spektrofotometri UV-Vis yang meliputi parameter linearitas, LOD dan LOQ, presisi, serta akurasi. Pada penelitian ini telah dipelajari respon dari 2 pereaksi warna terhadap larutan baku tetrasiklin. Pereaksi formalin 37% dan asam sulfat 98% dapat mendeteksi larutan tetrasiklin sampai konsentrasi terkecil yaitu 500 ppm. Pada penelitian ini juga dilakukan perbandingan metode ekstraksi Buffer McIlvaine pH 4-NaEDTA dan Buffer McIlvaine pH 4-metanol. Diperoleh bahwa metode ekstraksi Buffer McIlvaine pH 4-metanol yang efisien digunakan untuk mengekstraksi tetrasiklin dalam sampel daging ayam, yang hasil ekstraksinya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Metode pengukuran tetrasiklin menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis telah divalidasi, sehingga diperoleh nilai: LOD 0,9982 ppm; LOQ 3,3275 ppm; %RSD 1,01% dan 1,36%; serta nilai recovery sebesar 100,66 %.
References
[2] Helmenstine, A. M. (2020). Definition of Qualitative Analysis in Chemistry. ThoughtCo, Aug. 25, 2020. https://thoughtco.com/definition-of-qualitative-analysis-604626
[3] Moffat, A.C., M David, O., dan Brian, W. 2011. Clarke’s Analysis of Drugs and Poisons. Fourth edition. Pharmaceutical Press. USA.
[4] Standar Nasional Indonesia (SNI). (2009). Cara uji kimia-Bagian 11: Penentuan residu tetrasiklin dan derivatnya dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) pada produk perikanan. SNI 2354.11:2009. http://www.bkipm.kkp.go.id/bkipmnew/public/files/sni/SNI%202354.11-2009.pdf
[5] Rufino, J. L., Fernandes, F. C. B., Ruy, M. S., Pezza, H. R., & Pezza, L. (2010). A Simple Spectrophotometric Method for The Determination of Tetracycline and Doxycycline in Pharmaceutical Formulation Using Chloramine-T. ECLÉTICA química São Paulo, 35(4), 139-146.
[6] Ali, F. & Kamoon, R. A. (2016). Spectrophotometric Determination of Tetracycline Hydrochloride in Pharmaceutical Preparations Using Rhodium (II) as A Mediator Metal. International Journal of Research Pharmacy and Chemist, 6(2), 249-261.
[7] Gandjar, I.G. & Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan Pertama. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
[8] Wilson, I. D. (2000). Encyclopedia of Separation Science. Academic-Press. New York.
[9] Boes, E., Kantasubrata, J. & Karossi, A. T. (1993). Penggunaan Ekstraksi Fasa Padat Untuk Analisis Tetrasiklin Dalam Contol Udang. JKTI, 3(2), 74-78.
[10] Pratiwi, D., Wardaniati, I., & Dewi, A. P. (2019). Uji Selektifitas dan Sensitifitas Pereaksi untuk Deteksi Formalin pada Bahan Pangan. Pharm. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(1), 17-26.
[11] Furi, M. & Harahap, S. H. (2015). Analisis Kualitatif Formaldehid Pada Ikan Asin Yang Dijual di Pasar Bawah Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 4(2), 44-49.
[12] Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian FMIPA-UI, 1(3), 117–135.
[13] Romsiah, R., Marista, S. L., & Fatoni, A. (2017). Validasi Metode dan Penetapan Kadar Nitrit (NO2) pada Sosis Sapi Curah dan Sosis Sapi Kaleng yang dijual di Swalayan Kota Palembang secara Spektrofotometri Uv-Vis. SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 7(2), 113-119.
[14] Lestari, P., Sabikis., & Utami, P. I. (2011). Analisis Natrium Nitrit Secara Spektrofotometri Visibel dalam Daging Burger yang Beredar di Swalayan Purwokerto. Pharmacy, 8(3), 88-98.
[15] Nurhasnawati, H., Jubaidah, S. & Elfia, N. (2016). Penentuan Kadar Residu Tetrasiklin HCl pada Ikan Air Tawar yang Beredar di Pasar Segiri Menggunakan Metode Spektrofotometri Ultra Violet. Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(2), 173-178.
[16] Damarani, A., Kurniaty, N & Herawati, D. (2015). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Residu Tetrasiklin dalam Telur Ayam Organik dan Non Organik Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Prosiding KNMSA Universitas Islam Bandung, 33-35.
[17] Shama, S. A., Sharkawy, A. S. E., Mahmoud, A. H., Hassan, H. M. & Nassar, S. H. (2016). Validation of Modified HPLC Method For Determination of Oxytetracycline, Tetracycline And Doxycycline In Chicken Meat And Liver. New York Science Journal, 9(5), 68-74.
[18] Yanti, S., S. Hadi., dan L. Kurniawati. 2016. Analisis Kadar Residu Antibiotik Dalam Daging Ayam Potong Yang Beredar Di Kota Mataram. Jurnal Tambora 1(2) : 50-56.
[19] Sayuti, M. 2017. Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi, Bagian dan Jenis Pelarut Terhadap Rendemen dan Aktifitas Antioksidan Bambu Laut. Technology Science and Engineering Journal, 1(3), 166-174.
[20] Rahayu, W.S., Utami, P. I., & Fajar, S. I. (2009). Penetapan Kadar Tablet Ranitidin Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Dengan Pelarut Metanol. Pharmacy, 6(3), 104-125.
[21] Christina. 2011. Penetapan Kadar Residu Tetrasiklin Dalam Daging Ayam Pedaging Secara Adisi Standar Dengan Spektrofotometri Ultraviolet. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Medan









