PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE

Authors

  • Dwi Susanti Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Septi Nurhaliza S Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Annisa Primadiamanti Universitas Malahayati Bandar Lampung

DOI:

https://doi.org/10.47219/ath.v10i1.424

Keywords:

Disentri, Shigella dysentriae, Buah, Tangkai Buah, Cabai Merah Keriting

Abstract

Disentri adalah penyakit yang umum di Indonesia dan mungkin merupakan penyakit Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering menyebabkan kematian. Cabai merah keriting memiliki senyawa metabolit sekunder sebagai aktivitas antibakteri yang dapat dijadikan alternatif pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit sekunder, perbedaan aktivitas antibakteri, dan konsentrasi ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) yang paling efektif dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae. Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting dibuat dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Media yang digunakan sebagai uji antibakteri pada penelitian ini adalah Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysentriae zona bening pada buah hanya terdapat di konsentrasi 100% sedangkan zona bening tangkai terdapat pada konsentrasi 40% sampai 100%. Disimpulkan bahwa Konsentrasi yang paling efektif digunakan dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae pada buah dan tangkai adalah dengan konsentrasi 100% dengan rata rata zona hambat 4,16 mm dan 0,7 mm.

References

[1] Sulistyawati, A. 2016. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta; Salemba Medika.

[2] Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. 2015. Jumlah Pasien Rawat Inap Menurut Jenis Penyakit.
https://lampung.bps.go.id/statictabel/2015/08/04/223/jumlah-pasienrawat-inap-menurut-jenis-penyakit-2014.html. Akses 04 Agustus 2015.

[3] Prasetyo, A.D. & Sasongko, H. 2014. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Bacteri Bacillus Subtilis dan Shigella dysentrine sebagai Materi Pembelajaran Biologi SMA Kelas X untuk Mencapai KD 3.4 pada Kurikulum 2013. Jnpemasi-PBIO. Vol. 1, No. 1.Hal 73-77.

[4] Pratiwi, E.W. Praharani, D. & Arina, Y.M.D. 2015. Daya hambat ekstrak daun pepaya (Crica papaya L.) terhadap adhesi bakteri Porphyromonas gingivalis pada neutrofil. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(2):194-197.

[5] Susetya, Darma. 2012. Khasiat dan Manfaat Daun Ajaib Binahong. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

[6] Ananta, I.G.B.T. & Anjasmara, D.G.A. 2022. Potensi Ekstrak Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Longum) sebagai Antioksidan dan Antibakteri Antioxidant and Antibacterial Potency of Red Chillies Extract (Capsicum annum var. Longum). Jurnal Ilmiah Medicamento• Vol, 8(1).

[7] Sapitri, A. Marbun, E. D. & Mayasari, U. 2021. Penentuan Aktivitas Ekstrak Etanol Cabai Merah dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri. Jurnal Penelitian Saintek, 26(1), 64-73.

[8] Misna, M., & Diana, K. 2016. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa l.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy)(e-Journal), 2(2), 138-144. Mitra, S., & Dungan, S. R. (1997). Micellar properties of Quillaja saponin. 1. Effects of temperature, salt, and pH on solution properties. Journal of agricultural and food chemistry, 45(5), 1587-1595.

[9] Syarif. 2015. Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi. Universitas Lampung: Lampung.

[10] Hidayati, A.R. Widyawaruyanti, A. Ilmi, H. Tanjung, M. Widiandani, T. Syafruddin, D. & Hafid, A.F. 2020. Antimalarial activity of flavonoid compound isolated from leaves of Artocarpus altilis. Pharmacognosy Journal, 12(4).

[11] Runtuwene, M. 2019. Kajian Fitokimia dan Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Pinang Yaki Areca Vestiaria Giseke. Chemistry Progress, 4(2).

[12] Kurniawan, B.J. 2018. Efek Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis L.) Dan Ciprofloxacin Terhadap Shigella dysentriae Secara In Vitro. Skripsi. Universitas Jember.

[13] Widyawati, L. Mustariani, B.A.A. & Purmafitriah, E. 2017. Formulasi sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol daun sirsak (annona muricata linn) sebagai antibakteri terhadap staphylococcus aureus. Jurnal Farmasetis, 6(2), 47-57.

[14] Warsito, Noorhamdani, Sukardi, Suratmo dan Susanti, R.D. 2017. Mikroenkapsulasi minyak jeruk purut (Citrus hystrix) dan uji aktivitasnya sebagai antibakteri. Journal of Environmental Engineering & Sustainable Technology. 4(1): 19-25.

[15] Pajan, S.A, Waworuntu. O, Leman. M.A., 2016. Potensi Antibakteri Air Perasan Bawang Putih (Allium sativum L) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 5(4), 2302-2493.

[16] Wardaniati, I. & Gusmawarni, V. 2021. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Streptococcus Mutans. Jurnal Farmasi Higea, 13(2), 115-123.

[17] Nurhayati, P.E. & Nur C.E.S. 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dengan Metode Difusi Sumuran. Tesis Diploma. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang. Malang.

[18] Permatasari, D.A. 2020. Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale Linn.) terhadap Propionibacterium acnes Menggunakan Metode Difusi Sumuran (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

[19] Afriani, N. Yusmarini, Y. & Pato, U. 2017. Aktivitas antimikroba lactobacillus plantarum 1 yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu terhadap bakteri patogen escherichia coli FNCC-19 dan staphylococcus aureus FNCC-15 (Doctoral dissertation, Riau University).

[20] Davis W.W. & Stout T.R. 1971. Disc plate method of microbiological antibiotic assay: I. Factor influencing variability and error. Applied microbiology, 22(4), 659-665.

[21] Asworo, R.Y. Widwiastuti, H. 2023. Pengaruh Ukuran Serbuk Simplisia dan Waktu Maserasi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Sirsak. Indonesian Journal of Pharmaceutical (e-Journal), 3(2), 256-263.

[22] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Farmakope Hebal Indonesia Edisi II. In Farmakope Herbal Indonesia.

[23] Yusriana, C.S. Budi, C. S. & Dewi, T. 2014. Uji Daya Hambat Infusa Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Permata Indonesia, 5(2), 1–7.

[24] Hanani, E. 2015. Analisis Fitokimia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

[25] Rahmadani F. 2015. Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Etanol 96% Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica) terhadap Bakteri Staphylococcuc aureus, Escherichia coli, Helicobacter pylori, Pseudomonas aeruginosa. Skripsi. Program Studi Farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

[26] Susanto, D. Sudrajat. dan Ruga, R. 2012. Studi Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) Sebagai Sumber Senyawa Antibakteri. Mulawarman Scientifie. 11(2): 181-190.

[27] Dhuha, S. 2016. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lamun (Syiringodium isoetifolium) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Pharmacon, 5(1). Emelda, M. 2019. Farmakognosi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

[28] Mardina, V. Helmalia, F. Fadhliani, F. & Lendawati, L. 2021. Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Metanol Daun Baccaurea Macrocarpa Terhadap Escherichia Coli Dan Salmonella Typhi. Konservasi Hayati, 17(1), 10-16.

Downloads

Published

2025-05-21

How to Cite

Susanti, D., S, S. N. ., & Primadiamanti, A. (2025). PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 10(1), 131–141. https://doi.org/10.47219/ath.v10i1.424