IDENTIFIKASI SENYAWA JENIS FLAVONOID EKSTRAK AIR SARANG SEMUT (MYRMECODIA PENDANS) DAN AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI TERHADAP SEL LINE A549
DOI:
https://doi.org/10.47219/ath.v11i1.438Keywords:
antikanker, flavonoid, MTT assay, sarang semut, toksisitasAbstract
Sarang semut adalah tanaman epifit yang secara empiris sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat untuk mengobati penyakit seperti nyeri dan demam. Studi literatur menyatakan bahwa ekstrak air sarang semut mengandung senyawa bioaktif flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agen biologis untuk pengobatan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak air sarang semut serta mengevaluasi aktivitas antiproliferasinya terhadap sel line A549. Identifikasi awal senyawa flavonoid dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan konfirmasi golongan senyawa dilakukan menggunakan pereaksi geser UV-Vis. Identifikasi kandidat senyawa secara lebih spesifik dilakukan menggunakan Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Hasil analisis KLT menunjukkan adanya bercak dominan dengan nilai Rf sekitar 0,38 yang mengindikasikan keberadaan senyawa golongan flavonoid. Analisis LC-HRMS menunjukkan adanya beberapa kandidat senyawa flavonoid, di antaranya epigallocatechin, epicatechin, daidzein, quercetin, taxifolin,5,4'-dihydroxy-3,3'-dimethoxy-6,7-ethylenedioxyflavone. Hasil MTT assay menunjukkan bahwa ekstrak air sarang semut memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel A549 secara dose-dependent, dengan persentase inhibisi tertinggi sebesar 65,60% pada konsentrasi 1000 ppm, sedangkan konsentrasi 125 ppm telah menghasilkan inhibisi sebesar 50,89%. Perhitungan nilai IC50 menggunakan metode interpolasi linear menunjukkan nilai sebesar 120,9 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak air sarang semut berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dengan aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker paru A549.
References
Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisus.
Droge W. 2002. Free Radicals in the Physiological Control of Cell Function. Physiol rev. 82(1): 47-95.
Osawa, S., Thomas H.J., Watanabe, K., Muto A. 1992. Recent Evidance for Evolution of The Genetic. Journal Microbial Rev. 56 (1): 229-264.
Sunarni, T. 2005. Aktivitas Antioksidan Penangkap Radikal Bebas Beberapa kecambah Dari Biji Tanaman Familia Papilionaceae. Jurnal Farmasi Indonesia . 2(2): 53-61
Howlader, M. D, Sariful Islam, Rahman, M, M, Khalipha, A. B. R, Ahmed, F. 2012. Antioxidant and Antidiarrhoel Potentiality of Diospyrosblancoi. International Journal of Pharmacology . 8 (5): 403-409.
[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Edisi I.Jakarta: Dirjen POM RI.
Panche AN, Diwan AD, Chandra SR. Flavonoids: an overview. J Nutr Sci. 2016 Dec 29;5:e47. doi: 10.1017/jns.2016.41. PMID: 28620474; PMCID: PMC5465813.
Priska, Melania & Peni, Natalia & Carvallo, Ludovicus. (2019). Phytochemicals Screening and Antioxidant Effectiveness of Garlic (Allium sativum) from Timor Island. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education. 11. 1-7. 10.15294/biosaintifika.v11i1.17313.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nina Imaniar, Antonius Padua Ratu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









