FORMULASI DAN KARAKTERISASI TABLET EKSTRAK DAUN SIRIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI AMILUM ZEA MAYS L. SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR
DOI:
https://doi.org/10.47219/ath.v10i1.464Keywords:
Tablet, betel leaf, Zea Mays L. Amylum, disintegrantAbstract
Daun sirih (Piper betle L.) mengandung senyawa aktif yang berkhasiat sebagai antiseptik dan antiinflamasi, serta telah dikembangkan dalam berbagai sediaan farmasi seperti kapsul dan sediaan cairan. Amilum Zea mays L. atau pati jagung merupakan salah satu bahan penghancur alami yang umum digunakan dalam formulasi tablet. Amilum ini menyerap air dan mengembang, sehingga mempercepat disintegrasi tablet. Selain itu, amilum Zea mays L. memiliki daya hancur yang baik karena memiliki struktur granulosa yang mudah menyerap cairan tubuh, sehingga mempercepat pecahnya tablet menjadi partikel kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi tablet ekstrak daun sirih menggunakan variasi konsentrasi amilum Zea mays L. (5%, 10%, 15%) sebagai bahan penghancur dengan metode granulasi basah. Evaluasi meliputi karakterisasi fisik
granul (kecepatan waktu alir dan sudut diam) serta tablet (organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, dan kerapuhan). Hasil pengujian menunjukkan peningkatan konsentrasi amilum Zea mays L. meningkatkan kecepatan waktu alir (7,23±0,44 gram/detik, 8,35±0,47 gram/detik, dan 9,07±1,47 gram/detik masing-masing untuk konsentrasi 5%, 10%, dan 15%), dan menurunkan sudut diam (27,92±0,07°, 27,47±0,06°, dan 27,02±0,12° masing-masing untuk konsentrasi 5%, 10%, dan 15%). Tablet dari ketiga formula memiliki bau khas sirih, berbentuk bulat, dan warna agak kehijauan. Semua formula memenuhi syarat keseragaman bobot tablet. Sementara itu, peningkatan konsentrasi amilum menyebabkan penurunan kekerasan tablet dan peningkatan
kerapuhan. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dapat diformulasikan menjadi tablet menggunakan amilum Zea mays L. sebagai bahan penghancur alami. Formula dengan konsentrasi 10% (F2) memberikan hasil paling optimum dengan keseimbangan terbaik antara kekerasan dan kerapuhan tablet.
References
[2]Setiyadi, G., & Qonitah, A. (2020). Optimasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanolik Daun Sirih (Piper Betle L.) dengan Kombinasi Carbomer dan Polivinil Alkohol. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 17(2), 174-183.
[3]Anggraini, H. (2022). Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Gel Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle) Dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Antimikroba. Journal of Pharmacy Tiara Bunda, 1(1), 38-49.
[4]Nasyafa, A., Sari, N. I., Sa’adah, L., Ramadhanti, N. A., & Maulida, T. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sedian Tablet Dengan Metode Kempa Langsung. Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan, 2(2), 109-113.
[5]Rustiani, E., Almasyhur, A., Ningtyas, S. P., & Fiebrilia, D. F. (2013). Pemanfaatan Herba Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Sebagai Antioksidan Dalam Sediaan Tablet Dan Masker Gel. Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(2), 1-8.
[6]Aida, N., & Warasky, N. O. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Tablet Ibuprofen Menggunakan Berbagai Bahan Pengikat Dalam Metode Granulasi Basah. Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan, 2(2), 99-103.
[7]Asyiva, A., Hafifah, F. N., Agustina, L. S., Madhani, M. F., Latifah, N., Jannah, R., & Amalia, Y. R. (2024). Formulasi Tablet Metode Granulasi Basah dan Evaluasi Sifat Fisik Tablet:-. Sains Medisina, 3(2), 60-72.
[8]Fauziah, A. (2017). Pengaruh Variasi Konsentrasi Amilum Zea mays (L) Sebagai Bahan Penghancur Secara Granulasi Basah Terhadap Sifat Fisik Tablet Parasetamol. Jurnal Ilmiah Farmasi Akademi Farmasi Jember, 2(1), 1-6.
[9]Khaidir, S., Murrukmihadi, M., & Kusuma, A. P. (2015). Formulasi tablet ekstrak kangkung air (Ipomoea aquatica F.) dengan variasi kadar amilum manihot sebagai bahan penghancur. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(1), 1-8.
[10]Khabibah, N. A., & Ermawati, N. (2023). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Tablet Dari Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle l.) Dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pengikat Gelatin. Student Scientific Journal, 1(2), 163-170.
[11]Ririn, N. F., & Balfas, R. F. (2020). Uji Waktu Alir Granul Pati Sukun Dengan Metode Granulasi Basah. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Journal Of Pharmacy UMUS, 1(02), 1-4.
[12]Saila, S. Z., Syaputri, F. N., Tugon, T. D. A., & Lestari, D. (2023). Formulasi dan Uji Karakteristik Fisik Sediaan Granul Effervescent Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum ruiz & pav.) Sebagai Antidiabetes. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 4(1), 191-198.
[13]BPOM RI. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan Dan Mutu Obat Tradisional. In Bpom Ri (Vol. 11, Issue 88).
[14]Solikhati, A., Rahmawati, R. P., & Kurnia, S. D. (2022). Analisis mutu fisik granul ekstrak kulit manggis dengan metode granulasi basah. Indonesia Jurnal Farmasi, 7(1), 1-9.
[15]Rohmani, S., & Rosyanti, H. (2019). Perbedaan metode penambahan bahan penghancur secara intragranular-ekstragranular terhadap sifat fisik serta profil disolusi tablet ibuprofen. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 4(2), 95-108.
[16]Rahayu, S., & Anisah, N. (2021). Pengaruh variasi konsentrasi amprotab sebagai desintegrant terhadap sifat fisik tablet ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.). JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 6(1), 39-48.









