EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.47219/ath.v10i2.541Keywords:
Apotek, Evaluasi Pengadaan Obat, Kinerja PBFAbstract
Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat dan evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Sifat penelitian deskriptif dengan metode mengumpulkan data sekunder cara retrospektif, mengumpulkan dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat, evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67%- 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.
References
Kemenkes RI, 2016 . Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Peraturan Menteri Kesehatan No 73 tahun 2016. Jakarta Sekretariat Negara
Kemenkes RI, 2017. Tentang Apotek Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta
BPOM RI. (2020). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020: Cara Distribusi Obat Yang Baik.
Hasanah, N., et.all, 2019. Evaluasi Pengadaan Obat Berdasarkan Pelayanan Pedagang Besar Farmasi (PBF) Farmasi Di RSIA Kemang Medical Care Jakarta Selatan Periode Juli Desember 2019. Edu Masda Journal, 5(1): 39-53
Kearney, K.T. 2011. "The SLA Model". In Wieder, P.; Butler, J.M.; Theilmann, W.; Yahyapour, R. (eds.). Service Level Agreements for Cloud Computing
Mustaqimah, Rina Saputri, Ali Rakhman Hakim. 2021. Narrative review: Implementation of Good Distribution Practice in Pharmaceutical Wholesalers. Jurnal Surya Medika, 6 (2): 119-124
Kemenkes RI, 2014 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1148 /menkes/per/vi/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi
Kristanti, M. W., and Ramadhania, Z. M., 2020. Evaluasi Kesesuaian Sistem Penyimpanan Obat, Suplemen, dan Kosmetik Eceran pada Salah Satu Gudang Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Jakarta Pusat. Majalah Farmasetika, 5(2): 49-56
Siregar C.J.Pd., 2009. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
Amaliyah Wahyuni, 2023. Gambaran Pengelolaan Persediaan Perbekalan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai Di Apotek Halim Medika Banjarbaru. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6(1):13-23
Taufiq Hidayat, 2020. Evaluasi Sistem Pendistribusian Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal 5(1):58-68
Asyifa M, 2025. Evaluasi Pemenuhan Aspek Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan PBF Cabang di Bawah Pengawasan Balai Besar POM di Bandung Periode Januari – Juli 2024. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan 3(1): 91-103
Ni Putu Dian D, 2025 Implementasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) pada Strandard Operating Procedure (SOP) Penerimaan Barang di PBF X. Jurnal Archives Pharmacia 7(2): 104-111
Wijaya, M., & Chan, A. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Cara Distribusi Obat di PBF Rajawali Nusindo. Jurnal Dunia Farmasi, 2(3):148–159
Yuliyanti Sinen, Widya A, Hamidah, 2017. Evaluasi Penyimpanan Dan Pendistribusian Obat di PT. Unggul Jaya Cipta Usaha Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT 6(3): 137-146
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Neilli Apolina CCI, Zita Hayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









